Visualisasi Suara Jantung pada LCD Grafik

Rangkaian yang dibuat meliputi sensor suara jantung, bandpass amplifier, filter, mikrokontroler, dan converter LCD grafik. Sistem tersebut akan bekerja secara berurutan sehingga diperoleh data grafik dari gelombang suara jantung yang diinginkan. Secara umum blok diagram peralatan tersebut ditunjukkan pada gambar berikut:


Metode visualisasi sinyal suara jantung ini dalam perancangannya terdapat beberapa bagian pokok yang meliputi interface dari minimum system mikrokontroler, display LCD grafik, rangkaian amplifier, sensor suara serta pemrograman pada mikrokontroler. Dalam melakukan interface antara mikrokontroler dengan LCD grafik dibutuhkan suatu rangkaian konverter. Rangkaian tersebut berfungsi sebagai sinkronisasi data atau alamat antara data yang ditransfer oleh mikrokontroler dan pembacaan oleh display LCD grafik. Dengan demikian data yang keluar dari mikrokontroler tidak salah alamat, dapat dikenali, dan juga dapat diterjemahkan oleh LCD grafik.
Data yang keluar dari sensor suara, dalam hal ini menggunakan sensor suara piezoelektrik, merupakan data sinyal yang umumnya bercampur dengan sinyal noise (sinyal yang tidak diharapkan). Untuk menghilangkan sinyal noise yang dapat mengganggu sinyal utama (sinyal suara jantung), output dari sensor dihubungkan dengan rangkaian bandpass filter sebagai filter awal dari sinyal output sensor. Namun sebelum data sinyal dari piezoelektrik masuk pada rangkaian filter bandpass, diperlukan rangkaian penguat awal yaitu menggunakan rangkaian amplifier agar mikrokontroler lebih mudah mengenali sinyal input tersebut. Perlakuan ini dikarenakan sinyal output yang dihasilkan oleh sensor suara merupakan sinyal yang sangat kecil dan sangat lemah, sehingga filter maupun mikrokontroler secara lansung tidak dapat membaca data yang dihasilkan secara sempurna.
Selain itu sinyal output sensor suara tersebut juga diperkuat dengan menggunakan rangkaian audio amplifier untuk diinputkan pada speaker, dengan maksud agar pengguna dapat mendengar suara jantung.
Bahasa pemrograman yang kami gunakan adalah bahasa basic dengan menggunakan software bantu Bacom AVR. Keunggulan dari software ini yaitu bahasanya mudah dan terdapat fasilitas yang cukup lengkap dalam mengakes berbagai macam LCD. Sedangkan mikrokontroller yang digunakan adalah ATmega 16 dengan tersedianya fasilitas ADC internal. Berikut ini adalah hasil dari pengujian alat yang telah jadi.

Listing program mikrokontroler Atmega 16 dengan bahasa basic yang telah kami buat dapat di download disini.

By : Sholikin (sho_likin@elect-eng.its.ac.id) dan Ahmad Faishol Amin (faishol@elect-eng.its.ac.id)

10 Comments

  1. agus said,

    August 24, 2009 at 11:30 am

    gambar nya dong

  2. Faiza said,

    July 27, 2010 at 6:33 am

    Apa beda preamplifier dengan amplifier?

    • aMaiN said,

      December 17, 2010 at 10:09 am

      preamplifier disini adalah penguat awal saja

  3. Faiza said,

    July 27, 2010 at 6:34 am

    Apa beda preamplifier dengan amplifier dalam sistem ini?

  4. yeni ari said,

    October 7, 2010 at 7:39 pm

    kalau pake Atmega8535 gmn????
    programnya donk… hehehe

  5. nathan said,

    October 31, 2010 at 10:19 pm

    itu pake LCD tipe apa mas? 2×16 kah?

  6. nathan said,

    October 31, 2010 at 10:21 pm

    pake LCD tipe brp? 2×16?

  7. October 1, 2011 at 9:22 am

    tuw sofware mikro kalo pake bahasa c gmn?
    kendala membuat alat tsb pa aja dan habis berapa?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.