SURABAYA – Dennis Hadisanjaya, mahasiswa Teknik Eletro angkatan 2003 ITS menciptakan robot penyapu lantai yang dikutkan dalam Lomba Cipta Elektonika Nasional (LCEN) 2008. Robot yang dibuat selama enam bulan itu mampu menyapu luasan 361,4 centimeter persegi atau dengan kemampuan sekitar . 27 detik per meter persegi. Kecepatan robot menyapu ini dapat ditingkatkan dengan penggantian sapu yang lebih panjang. Untuk robotnya ini, Dennis hanya menggunakan sapu ukuran 25 centimeter. Uniknya lagi, robot ini bekerja tanpa remote. Dennis hanya perlu memasukkan data ruangan yang akan disapu, dan robot akan langsung bekerja dengan sendirinya. “Dia punya pendeteksi dinding, jadi tidak akan menabrak dinding karena bisa berbelok sendiri,” kata Dennis. Mahasiswa kelahiran Malang, 17 Mei 1985 ini mengemukakan, robot yang biaya pembuatannya mencapai Rp 600 ribu ini mampu menggantikan peran pembantu rumah tangga untuk menyapu lantai.”Saya berpikir, daripada menyewa pembantu, robot bisa melakukan pekerjaan rumah tangga,” katanya.
LCEN yang digelar beberapa waktu lalu dan diikuti 40 peserta itu menampilkan sejumlah karya kreatif. Misalnya, Ahmad Faishol Amin yang membuat alat pendeteksi kantuk bagi pengemudi. Alat berupa kacamata yang dilengkapi dengan sensor gerak kedipan mata ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang mengantuk.”Sebenarnya alat pendeteksi kantuk ini sudah ada di mobil-mobil mewah,” ujar mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2004 ini. Menurutnya, alat ini bisa digabungkan dengan alat pencegah kecelakaan, seperti kontrol rem otomatis, ataupun bentuk-bentuk langkah antisipatif lainnya.
Sementara untuk kategori lomba Elektronika Dasar Mikrokontroler dan Nonmikrokontroler diikuti oleh siswa SMA dan SMP. Peserta termuda adalah pasangan Maria Eleonora dan Tommas Yoewono dari SMP Petra 3. Siswi kelas 1 SMP ini menciptakan helm charger, yang menggunakan tenaga angin untuk mengisi baterai handphone. “Saya memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan tenaga angin,” ujarnya.
Maria semakin terinsipirasi melihat banyaknya pengendara motor dan pengguna handphone di Surabaya. Maka terciptalah helm yang dilengkapi dengan kipas dan dinamo yang berfungsi untuk mengecharge handphone di saat sepeda motor berjalan.”Jika sepeda motor itu kecepatannya 60 kilometer perjam bisa untuk mengisi baterai 100 miliampere,” katanya. Kalau rata-rata baterai handphone penuh berkapasitas 700 miliampere, maka untuk mengisi penuh baterai handphone perlu mengendarai motor dengan kecepatan 60 kilometer perjam selama tujuh jam. (SBY1)
Diambil dari http://technologyindonesia.com/news.php?page_mode=detail&id=1025
artikel anda ada di:
http://kecerdasan-buatan.infogue.com/robot_penyapu_lantai_its
anda bisa promosikan artikel anda di infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam
By: infoGue on July 25, 2008
at 1:16 pm