LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan dunia teknologi suatu bangsa secara umum menentukan tingkat kemajuan peradaban suatu bangsa tersebut. Teknologi tepat guna banyak diciptakan untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari. Kemajuan teknologi juga telah menciptakan berbagai macam peralatan yang dapat beroperasi secara otomatis, yaitu dengan memanfaatkan sensor tertentu yang mampu memberikan informasi sesuai dengan jenis sensor yang digunakan. Hal ini disebabkan karena banyaknya error yang timbul apabila suatu pekerjaan tersebut dikerjakan oleh manusia.
Kebakaran merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam lingkungan masyarakat, baik diperkotaan maupun dipedesaan. Kebakaran yang timbul seringkali memakan korban dan dapat menyebabkan polusi sehingga mengganggu masyarakat sekitar. Banyak kasus kebakaran rumah terjadi karena kurangnya kewaspadaan pemilik rumah terhadap barang-barang yang mudah terbakar serta faktor ketidaksengajaan. Selain itu penangangan kebakaran yang cenderung lambat mengakibatkan api cepat membesar dan banyak mengakibatkan kerugian. Di kota khususnya, apabila ada salah satu rumah terbakar dan tidak segera dipadamkan maka dalam waktu yang singkat dapat menjalar ke rumah-rumah yang ada disekitarnya, sehingga angka kerugian yang disebabkan kebakaran semakin besar.
Dewasa ini telah banyak berkembang suatu sistem yang mampu memberikan informasi kebakaran, baik berupa alarm maupun sistem yang mampu menunjukkan letak kebakaran yang disebut sistem GIS (Geographical Information System) [1]. Namun sistem tersebut mempunyai kelemahan salah satunya terdapat banyak delay yang terjadi antara aktifnya indikator kebakaran dengan proses pemadaman api secara manual itu sendiri. Selain sistem diatas terdapat juga sistem pemadam kebakaran otomatis yang menggunakan detektor asap [2]. Sistem ini bekerja ketika sensor menerima respon berupa asap kemudian akan mengalirkan air dari banyak saluran air yang terdapat di seluruh permukaan atap. Kelemahan dari sistem ini yaitu membutuhkan banyak sensor asap dan banyak saluran air, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta proses pemasangan alat yang tidak mudah.
Untuk itu dalam program ini mencoba memberikan solusi pembuatan sistem anti kebakaran otomatis dengan memanfaatkan sebuah sensor api ultraviolet (UV). Sensor api ini banyak digunakan dalam mobile robot pemadam api [3]. Dalam sistem anti kebakaran yang digunakan, data dari detektor UV selanjutnya diproses oleh mikrokontroler sehigga mengaktifkan pompa air dan secara otomatis dapat memadamkan api melalui penyemprot air yang searah dengan arah datangnya sumber api. Sistem anti kebakaran ini mempunyai keunggulan antara lain:
- Sistem ini dapat dipasang di berbagai jenis gedung, baik perkantoran maupun rumah tempat tinggal.
- Tidak memerlukan banyak sensor, karena sistem ini menggunakan satu sensor ultraviolet dengan metode scanning.
- Tidak memerlukan banyak penyemprot, karena ketika timbul api pada salah satu sudut ruangan maka penyemprot yang aktif hanya penyemprot yang menghadap pada daerah timbulnya api.
Dengan demikian keberadaan sistem ini diharapkan mampu menutupi kelemahan-kelemahan sistem yang sudah ada.
by: Achmad Firdaus, Ahmad Faishol Amin dan Sholikin (Teknik Elektro ITS Surabaya)





